Syukuran Tandai Awal Pembangunan Menara Hilal

Tuban - Mengawali pembangunan proyek menara pantau hilal di Desa Banyurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kementerian Agama (Kemenag) Tuban menggelar tasyakuran. Upaya ini sebagai permohonan doa kepada penguasa alam, supaya pengerjaan proyek dapat rampung Desember 2017.

"Menara ini untuk kemaslahatan umat Islam digunakan memantau hilal 3 kali dalam 1 tahun," ujar Kepala Kemenag Kantor Tuban, Amin, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (12/10/2017).

Pembangunan menara pantau Rukyatul hilal, pada perencanaan awal tower di desain dengan dua lantai. Tinggi bangunan 17 meter, tapi setelah ditinjau oleh tim BHR karena kultur tanah akhirnya dirubah. Tinggi bangunan semula 17 meter diturunkan menjadi 10 meter, dengan lebar 5 meter dengan direncanakan selesai pada bulan Desember tahun 2017.

Berdirinya menara pantau Rukyatul hilal di Banyuurip, minimal membuat Kemenag Kantor Tuban sudah melaksanakan anjuran Kemenag pusat. Instruksinya seluruh kabupaten / kota di Jawa Timur harus mempunyai tower menara pantau Rukyatul hilal.

"Semoga tahun 2018 menara sudah dapat digunakan," harapanya.

Pelaksana pembangunan menara pantau Rukyatul hilal, langsung dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tuban. Anggarannya melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P APBD) 2017 sebesar Rp289.767.000.

"Kami target tiga bulan pembangunan menara ini selesai," sambung Kepala seksi tata bangunan dan gedung Dinas PUPR Kabupaten Tuban, Ubaidillah Ardani.

Dalam tasyakuran peletakan pondasi pembangunan tower Rukyatul Hilal di Desa Banyuurip, turut hadir Camat Senori, Sugeng Purnomo, Kabag Kesra Setda, Eko Julianto, Pemdes Banyuurip, tokoh agama, KUA setempat, dan perwakilan Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu.(Aim)

 

Sumber :  http://suarabanyuurip.com

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)